Riwayat Hidup Lengkap Singkat 11 Istri Nabi Muhammad S.A.W
Selama hidupnya Nabi Muhammad S.A.W menikah dengan 11 orang wanita. Fakta tersebut memicu cibiran sejumlah kalangan, tak terkecuali orentalis yang hendak memojokkan Islam. Mereka beranggapan, ijab kabul tersebut berseberangan dengan tuntunan pemikiran Islam itu sendiri yang membatasi ijab kabul hanya empat istri saja, ibarat ditegaskan dalam surah an-Nisaa’ ayat 3.
Namun, berdasarkan Lembaga Fatwa Mesir, Dar al-Ifta, anggapan negatif tersebut gampang dipatahkan dengan sejumlah argumentasi yang cukup logis dan rasional. Setidaknya ada tiga alasan sederhana mengapa Rasulullah memutuskan menikah lebih dari empat. Kita sanggup memahami bahwa ijab kabul ia mempunyai hikmah:
Politik dan dakwah: ibarat menikahi belum dewasa ketua kabilah biar kabilah tersebut mendapatkan Islam dan semakin menguatkan posisi umat Islam di tanah Arab.
Sosial: ibarat menikahi janda, Rasulullah menjadi pelindung dan penanggung kebutuhan mereka dan anak-anaknya.
Syariat: mengubah watak istiadat yang bertentangan dengan syariat. Dari sini kita ketahui, ketika watak istiadat berbenturan dengan syariat, watak istiadatlah yang tunduk kepada syariat bukan syariat yang tunduk dan harus menyesuaikan diri dengan watak istiadat setempat.
Berikut ini ialah profil singkat dari 11 istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
1. Khadijah binti Khuwailid ra
Khadijah binti Khuwailid merupakan isteri pertama Nabi Muhammad. Beliau ialah Ummul Mukminin istri Rasulullah yang pertama, perempuan pertama yang mernpercayai risalah Rasulullah, dan perempuan pertama yang melahirkan putra-putri Rasulullah. Dia merelakan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dialah orang pertama yang menerima kabar besar hati bahwa dirinya ialah andal surga.
Khadijah lahir sekitar tahun 555/565/570, ia berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang menyampaikan usianya dikala itu tidak hingga 40 tahun, hanya sedikit lebih renta dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan perempuan kaya dan terkenal. (Baca selengkapnya :"Biografi Khadijah binti Khuwailid")
2. Saudah binti Zam’ah ra
Saudah binti Zam'ah ialah perempuan pertama yang dinikahi Nabi Muhammad SAW setelah Khadijah r.a. dan dia sendiri yang bersama Nabi SAW selama kurang lebih 3 tahun sehingga ia berumah tangga dengan 'Aisyah r.a.
Saudah binti Zam'ah ialah janda yang ditinggal m,ati suaminya yang berjulukan Sakran bin Amr Al-Amiry. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminang saudah dan diterima oleh saudah dan menikahlah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Saudah pada bulan Ramadhan.
Saudah meriwayatkan lima hadits dari Rasulullah SAW. Diantaranya satu hadits diriwayatkan dalam Sahihain [Ibnul Jauzil, Al-Mujtanaa]. Dalam satu riwayat, bahwa Bukhari meriwayatkan dari Saudah dua hadits. [Al-Maqdisi, Al-Kamaal bii Ma'rifatir Rijaal]. (Baca selengkapnya: "Saudah binti Zam'ah")
3. Aisyah binti Abu Bakar ra
Aisyah binti Abu Bakar ialah istri dari Nabi Muhammad salallahi alaihi wassaalam. ‘Aisyah ialah putri dari Abu Bakar ash Shiddiq (khalifah pertama), hasil dari ijab kabul dengan isteri keduanya yaitu Ummi Ruman yang telah melahirkan Abd al Rahman dan Aisyah. Beliau termasuk ke dalam ummul-mu'minin (Ibu orang-orang Mukmin). Ia dikutip sebagai sumber dari banyak hadits, dimana kehidupan langsung Muhammad menjadi topik yang sering dibicarakan.
Aisyah binti Abu Bakar ialah satu-satunya istri Nabi Muhammad yang dikala dinikah oleh Nabi Muhammad berstatus gadis. Sedangkan istri-istri Nabi Muhammad yang lain umumnya ialah janda.
Aisyah dikenal sebagai: Periwayat Hadist, mempunyai kecerdasan dan keluasan ilmu, Pribadi yang Tegas dalam Menegakkan Hukum Allah, Pribadi yang Dermawan.
Sosok Aisyah ra merupakan referensi yang sempurna bagi muslimah tanpa perlu menggembar-gemborkan persoalan emansipasi yang terjadi dikala ini. Keberadaan Aisyah sudah menerangkan bahwa perempuan juga diberikan posisi yang layak di zaman Rasulullah saw dan para shahabat. (Baca selengkapnya: "Aisyah Binti Abu Bakar - Istri Nabi Muhammad SAW")
4. Hafshah binti Umar bin al-Khattab ra
Hafshah binti Umar ialah salah seorang istri nabi Muhammad SAW setelah Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zum'ah, dan Aisyah binti Abu Bakar. Ia seorang janda dari seorang laki-laki berjulukan Khunais bin Hudhafah al-Sahmiy, yang berjihad di jalan Allah SWT, pernah berhijrah ke Habasyah, kemudian ke Madinah, dan gugur dalam Perang Badar.
Manakala Rasul yang mulia Wafat dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshah- lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur’an yang pertama.
Karya besar Hafshah bagi Islam ialah terkumpulnya Al Qur`an ditangannya. Dialah istri Nabi SAW yang pertama kali menyimpan Al Qur`an dalam bentuk goresan pena pada kulit, tulang, dan pelepah kurma, hingga kemudian menjadi sebuah Kitab yang sangat agung. Mushaf orisinil Al Qur`an itu berada dirumah Hafshah hingga dia meninggal. (Baca selengkapnya: "Hafshah binti Umar ra")
5. Zainab binti Khuzaimah ra
Zainab binti Khuzaimah ialah istri Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa salam yang dikenal dengan Kesabaran, kebaikan, kedermawanan, dan sifat santunnya terhadap orang miskin Sehingga di zaman jahiliyah, ia dikenal dengan nama Ummul Masakin (ibunda orang-orang miskin). Beliau ialah isteri Rasulullah saw yang pertama kali meninggal dunia di Madinah. Sebelumnya, lebih dahulu meninggal Khadijah ra. di Mekah.
Zainab ra. ialah orang yang sangat penyabar. Beliau tidak pernah mengeluh, padahal kesedihan bertubi-tubi menimpanya. Pertama, ia diceraikan oleh suami pertamanya. Kedua, ia ditinggalkan oleh suami keduanya, alasannya gugur sebagai syahid dalam perang Badar.
Pada karenanya kesabarannya terbalaskan dengan kebaikan yang sangat besar. Hati Rasulullah saw. tersentuh dengan kondisi Zainab ra. yang selalu dirundung tragedi alam dan kesedihan.
Imam Adz-Dzahaby mengatakan, “Tidak ada hadits yang ia riwayatkan.”
Sedangkan Ath-Thabrany mengatakan, “Ummul Masakin meninggal dunia dikala Rasulullah saw. masih hidup." Beliau hanya sebentar hidup bersama Rasulullah saw Beliau meninggal dunia pada bulan Rabi’ul Akhir tahun 4 Hijriah, di Madinah. (Baca selengkapnya: "Zainab binti Khuzaimah ra")
6. Hindun binti Hudzaifa (Ummu Salamah) ra
Hindun binti Hudzaifah ialah istri dari Nabi Muhammad SAW yang dinikahi dalam keadaan janda. Sebelumnya ia ialah istri dari Abu Salamah Abdullah bin Abdil Asad al-Makhzumi (shahabat yang mengikuti dua kali hijrah). Hindun mempunyai kunyah (julukan) sebagai Ummu Salamah (Ibunya Salamah). Sebelum dinikahi Rasulullah, Ummu Salamah ialah janda yang mempunyai belum dewasa yatim. Rasulullah Saw memuliakannya dengan biasa mengunjunginya pertama kali sehabis ia menunaikan Shalat Ashar, sebelum mengunjungi istri-istrinya yang lain.
Banyak rentetan insiden dilaluinya bersama beliau. Satu dialaminya dalam Perjanjian Hudaibiyah. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha telah melalui rentang panjang masa hidupnya dengan menebarkan banyak faidah. Masa-masa kekhalifahan pun dia saksikan hingga masa pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah. Pada masa inilah terjadi pembunuhan cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma. Ummu Salamah sangat berduka mendengar isu itu. Dia benar-benar mencicipi kepiluan. Tak usang setelah itu, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha kembali menghadap Rabb-nya dikala umur ia sudah mencapai 84 tahun.
Hindun binti Abu Umayyah ialah istri Nabi yang terakhir kali meninggal dunia. (Baca selengkapnya: "Hindun binti Hudzaifa (Ummu Salamah) ra")
7. Zainab binti Jahsy
Zainab binti Jahsy termasuk perempuan pertama yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Ketika itu dia masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah.
Zainab termasuk perempuan yang taat dalam beragama, wara’, dermawan, dan baik. Selain itu, dia juga dikenal mulia dan cantik, serta termasuk perempuan terpandang di Makkah.
Sebelum menjadi isteri Nabi, Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas perintah Allah, meskipun bergotong-royong Zainab tidak menyukai Zaid. Zaid ialah salah seorang hamba sahaya milik Khadijah binti Khuwailid. Ketika Rasulullah menikahi Khadijah, dia memperlihatkan Zaid binti Haritsah kepada beliau. Dan kemudian Rasulullan membebaskannya sebagai hamba sahaya.
Zainab binti Jahsy ialah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun 20 H, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalam usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. (Baca selengkapnya: "Zainab binti Jahsy")
8. Juwairiyah binti al-Harits bin Abi Dhirar
Juwairiyah Binti Al-Harits ialah salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Bani Musthaliq. Juwairiyah Binti al-Harits Bin Abi Dhirar bin al-Habib al-Khuza’iyah al-Mushthaliqiyyah ialah secantik-cantik seorang wanita. Beliau termasuk perempuan yang ditawan tatkala kaum muslimin mengalahkan Bani Mushthaliq pada dikala perang Muraisi’. Sebelumnya, ia berjulukan Barrah namun setelah masuk islam dan dinikahi Rasulullah namanya berganti menjadi Juwairiyah. Setelah dia memeluk Islam, Banil-Musthaliq mengikrarkan diri menjadi pengikut Nabi SAW.
Sebelum dinikahi Rasulullah, Juwairiyah menikah dengan anak pamannya, yaitu Musafi bin Shafwan bin Malik bin Juzaimah, yang tewas dalam pertempuran Muraisi' melawan kaum muslimin. Juwairiyah ialah seorang putri pemimpin Banil Musthaliq yang berjulukan al-Harits bin Abi Dhiraar yang sangat memusuhi Islam.
Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, Juwairiyah mengasingkan diri serta memperbanyak ibadah dan beramal di jalan Allah SWT dengan harta yang diterimanya dari baitul mal. Ketika terjadi fitnah besar berkaitan dengan Aisyah, dia banyak berdiam diri, tidak berpihak kemanapun.
Juwairiyah wafat pada masa kekhalifahan Mu`awiyah bin Abu Sufyan, pada usianya yang keenam puluh. Ummul Mukminin, Juwairiyyah wafat pada tahun 50 H. Ada pula yang menyampaikan tahun 56 H. Dia dikuburkan di Baqi`, bersebelahan dengan kuburan istri-istri Rasulullah SAW yang lain. (Baca selengkapnya: "Juwairiyah Binti Al-Harits")
9. Shafiyah binti Huyai bin Akhtab
Shafiyah binti Huyay ialah salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang berasal dari suku Bani Nadhir. Shafiyah ialah putri Huyay bin Akhthab, pemimpin suku Yahudi Khaibar, salah satu Bani Israel yang bermukim disekitar Madinah.
Setelah Perang Khandaq, kaum Yahudi pindah ke Khaibar kernudian membentuk pertahanan yang berpengaruh untuk persiapan menyerang kaum muslimin. Namun pasukan kaum muslim berhasil mengalahkan benteng pertahanan terakhir suku Yahudi di Khaibar. Huyay bin Akhthab mati terbunuh dalam peperangan itu. Sementara putrinya, Shafiyah yang ditinggal mati suaminya menjadi tawanan.
Rasulullah memperlihatkan pilihan kepada Shafiyah, apakah ingin dimerdekakan, kemudian akan dikembalikan kepada kaumnya yang masih hidup di Khaibar, ataukah ingin masuk Islam kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Shafiyah menentukan untuk masuk Islam dan menikah dengan beliau, dengan maskawin kemerdekaannya.
Pada dikala itu, Shafiyah berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, saya memeluk Islam dan saya sudah percaya kepadamu sebelum engkau mengajak saya. Saya sudah hingga pada perjalananmu. Saya tidak punya keperluan kepada orang-orang Yahudi. Saya sudah tidak mempunyai bapak, dan tidak mempunyai saudara yang merdeka. Lalu untuk apa saya kembali kepada kaumku?”
Ungkapan hati Shafiyah ini memperlihatkan kebijaksanaan dan kecerdasannya. Shafiyah menjadi salah satu Ummul Mukminin dan itu merupakan kehormatan yang besar.(Baca selengkapnya: "Shafiyah binti Huyay - Istri Rasulullah Keturunan Yahudi")
10. Ramlah binti Abu Sufyan (Ummu Habibah) ra
Ramlah binti Abu Sufyan mempunyai nama orisinil Ramlah, sebelum menikah dengan Rasulullah, ia dinikahi oleh Ubaydillah bin Jahsy. Ialah salah seorang Ummul Mu’minin yang banyak diuji keimanannya. Disaat orang-orang terdekat dan yang dicintainya merupakan musuh baginya. Terutama Suami pertamanya, Ubaydillah bin Jahsy yang murtad dengan masuk agama nasrani setelah sebelumya ia seorang muslim.
Ramlah binti Abu Sufyan dilahirkan 25 tahun sebelum hijrah atau kurang lebih 13 tahun sebelum Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul. Ayahnya ialah Shakhr bin Harb bin Umayyah yang dikenal sebagai Abu Sufyan. Ia ialah pembesar Quraisy yang terpandang pada masanya dan pemimpin orang-orang musyrik hingga penaklukan Mekah. Sedangkan ibunya berjulukan Shafiyah binti Abul Ash, bibi Utsman bin Affan.
Ummu Habibah meriwayatkan sekitar 65 hadits dari Rasulullah SAW dan dari Zainab binti Jahsy. Beberapa orang juga meriwayatkan darinya seperti, Urwah bin Zubair, Zainab binti Abu Salamah, Shafiyah binti Syaibah, Syahar bin Hausyab, dan anak perempuannya; Habibah binti Ubaidillah bin Jahsy, dan saudara lelakinya; Muawiyah dan Atabah, keponakannya; Abdullah bin Atabah, dan yang lainnya. (Baca selengkapnya: "Ramlah binti Abu Sufyan - Wanita Pemegang Teguh Akidah")
11. Maimunah binti al-Harits bin Hazn
Maimunah binti Harits ialah perempuan terakhir yang dinikahi Nabi Muhammad SAW pada tahun ketujuh Hijriyah. Dalam keluarganya, Maimunah termasuk dalam tiga bersaudara yang memeluk Islam. Ibnu Abbas meriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Al-Mu’minah ialah tiga bersaudara, yaitu Maimunah, Ummu Fadhal, dan Asma’.”
Maimunah dilahirkan di Makkah Al-Mukarramah, enam tahun sebelum masa kenabian, sehingga dia mengetahui saat-saat orang-orang hijrah ke Madinah. Dia banyak terpengaruh oleh insiden hijrah tersebut, dan juga banyak dipengaruhi abang perempuannya, Ummu Fadhal, yang telah lebih dahulu memeluk Islam. Namun dia menyembunyikan keislamannya alasannya merasa bahwa lingkungannya tidak mendukung.
Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Maimunah binti Harits sempat menikah dengan Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi sebelum Islam, namun kemudian bercerai. Setelah itu dia menikah dengan Abu Ruham bin Abdul Uzza yang kemudian meninggal dunia.
Dia dikenal dengan kezuhudannya, ketakwaannya, dan sikapnya yang selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah. Ia juga diriwayatkan mempunyai ilmu pengetahuan yang luas.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Maimunah ialah seorang perempuan pemberani dan berjiwa patriotik. Bahkan dia tak segan-segan bersikap tegas serta keras kepada para pelaku kemaksiatan. (Baca selengkapnya: "Maimunah binti Harits - Istri Terakhir Rasulullah SAW")
Namun, berdasarkan Lembaga Fatwa Mesir, Dar al-Ifta, anggapan negatif tersebut gampang dipatahkan dengan sejumlah argumentasi yang cukup logis dan rasional. Setidaknya ada tiga alasan sederhana mengapa Rasulullah memutuskan menikah lebih dari empat. Kita sanggup memahami bahwa ijab kabul ia mempunyai hikmah:
Politik dan dakwah: ibarat menikahi belum dewasa ketua kabilah biar kabilah tersebut mendapatkan Islam dan semakin menguatkan posisi umat Islam di tanah Arab.
Sosial: ibarat menikahi janda, Rasulullah menjadi pelindung dan penanggung kebutuhan mereka dan anak-anaknya.
Syariat: mengubah watak istiadat yang bertentangan dengan syariat. Dari sini kita ketahui, ketika watak istiadat berbenturan dengan syariat, watak istiadatlah yang tunduk kepada syariat bukan syariat yang tunduk dan harus menyesuaikan diri dengan watak istiadat setempat.
Berikut ini ialah profil singkat dari 11 istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
1. Khadijah binti Khuwailid ra
- Tahun kelahiran: 68 SH
- Tahun wafat: 3H
- Panjang usia: 65 Tahun
- Usia dikala menikah: 40 Tahun
- Tahun pernikahan: 28 SH
- Usia rumah tangga: 25 tahun
- Usia dikala nabi wafat: Wafat sebelum Nabi
Khadijah binti Khuwailid merupakan isteri pertama Nabi Muhammad. Beliau ialah Ummul Mukminin istri Rasulullah yang pertama, perempuan pertama yang mernpercayai risalah Rasulullah, dan perempuan pertama yang melahirkan putra-putri Rasulullah. Dia merelakan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dialah orang pertama yang menerima kabar besar hati bahwa dirinya ialah andal surga.
Khadijah lahir sekitar tahun 555/565/570, ia berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang menyampaikan usianya dikala itu tidak hingga 40 tahun, hanya sedikit lebih renta dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan perempuan kaya dan terkenal. (Baca selengkapnya :"Biografi Khadijah binti Khuwailid")
2. Saudah binti Zam’ah ra
- Tahun kelahiran: Tidak diketahui
- Tahun wafat: 54 H
- Panjang usia: Tidak diketahui
- Usia dikala menikah: Tidak diketahui
- Tahun pernikahan: 3 SH
- Usia rumah tangga: 14 tahun
- Usia dikala nabi wafat: Tidak diketahui
Saudah binti Zam'ah ialah perempuan pertama yang dinikahi Nabi Muhammad SAW setelah Khadijah r.a. dan dia sendiri yang bersama Nabi SAW selama kurang lebih 3 tahun sehingga ia berumah tangga dengan 'Aisyah r.a.
Saudah binti Zam'ah ialah janda yang ditinggal m,ati suaminya yang berjulukan Sakran bin Amr Al-Amiry. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminang saudah dan diterima oleh saudah dan menikahlah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Saudah pada bulan Ramadhan.
Saudah meriwayatkan lima hadits dari Rasulullah SAW. Diantaranya satu hadits diriwayatkan dalam Sahihain [Ibnul Jauzil, Al-Mujtanaa]. Dalam satu riwayat, bahwa Bukhari meriwayatkan dari Saudah dua hadits. [Al-Maqdisi, Al-Kamaal bii Ma'rifatir Rijaal]. (Baca selengkapnya: "Saudah binti Zam'ah")
3. Aisyah binti Abu Bakar ra
- Tahun kelahiran: 7 SH
- Tahun wafat: 58H
- Panjang usia: 65 Tahun
- Usia dikala menikah: 9 Tahun
- Tahun pernikahan: 2 H
- Usia rumah tangga: 9 tahun
- Usia dikala nabi wafat: 18 tahun
Aisyah binti Abu Bakar ialah istri dari Nabi Muhammad salallahi alaihi wassaalam. ‘Aisyah ialah putri dari Abu Bakar ash Shiddiq (khalifah pertama), hasil dari ijab kabul dengan isteri keduanya yaitu Ummi Ruman yang telah melahirkan Abd al Rahman dan Aisyah. Beliau termasuk ke dalam ummul-mu'minin (Ibu orang-orang Mukmin). Ia dikutip sebagai sumber dari banyak hadits, dimana kehidupan langsung Muhammad menjadi topik yang sering dibicarakan.
Aisyah binti Abu Bakar ialah satu-satunya istri Nabi Muhammad yang dikala dinikah oleh Nabi Muhammad berstatus gadis. Sedangkan istri-istri Nabi Muhammad yang lain umumnya ialah janda.
Aisyah dikenal sebagai: Periwayat Hadist, mempunyai kecerdasan dan keluasan ilmu, Pribadi yang Tegas dalam Menegakkan Hukum Allah, Pribadi yang Dermawan.
Sosok Aisyah ra merupakan referensi yang sempurna bagi muslimah tanpa perlu menggembar-gemborkan persoalan emansipasi yang terjadi dikala ini. Keberadaan Aisyah sudah menerangkan bahwa perempuan juga diberikan posisi yang layak di zaman Rasulullah saw dan para shahabat. (Baca selengkapnya: "Aisyah Binti Abu Bakar - Istri Nabi Muhammad SAW")
4. Hafshah binti Umar bin al-Khattab ra
- Tahun kelahiran: 18 SH
- Tahun wafat: 58H
- Panjang usia: 63 Tahun
- Usia dikala menikah: 21 Tahun
- Tahun pernikahan: 3 H
- Usia rumah tangga: 8 tahun
- Usia dikala nabi wafat: 29 tahun
Hafshah binti Umar ialah salah seorang istri nabi Muhammad SAW setelah Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zum'ah, dan Aisyah binti Abu Bakar. Ia seorang janda dari seorang laki-laki berjulukan Khunais bin Hudhafah al-Sahmiy, yang berjihad di jalan Allah SWT, pernah berhijrah ke Habasyah, kemudian ke Madinah, dan gugur dalam Perang Badar.
Manakala Rasul yang mulia Wafat dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshah- lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur’an yang pertama.
Karya besar Hafshah bagi Islam ialah terkumpulnya Al Qur`an ditangannya. Dialah istri Nabi SAW yang pertama kali menyimpan Al Qur`an dalam bentuk goresan pena pada kulit, tulang, dan pelepah kurma, hingga kemudian menjadi sebuah Kitab yang sangat agung. Mushaf orisinil Al Qur`an itu berada dirumah Hafshah hingga dia meninggal. (Baca selengkapnya: "Hafshah binti Umar ra")
5. Zainab binti Khuzaimah ra
- Tahun kelahiran: 26 SH
- Tahun wafat: 4 H
- Panjang usia: 30 Tahun
- Usia dikala menikah: 29 Tahun
- Tahun pernikahan: 3 H
- Usia rumah tangga: 8 Bulan
- Usia dikala nabi wafat: Wafat sebelum Nabi
Zainab binti Khuzaimah ialah istri Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa salam yang dikenal dengan Kesabaran, kebaikan, kedermawanan, dan sifat santunnya terhadap orang miskin Sehingga di zaman jahiliyah, ia dikenal dengan nama Ummul Masakin (ibunda orang-orang miskin). Beliau ialah isteri Rasulullah saw yang pertama kali meninggal dunia di Madinah. Sebelumnya, lebih dahulu meninggal Khadijah ra. di Mekah.
Zainab ra. ialah orang yang sangat penyabar. Beliau tidak pernah mengeluh, padahal kesedihan bertubi-tubi menimpanya. Pertama, ia diceraikan oleh suami pertamanya. Kedua, ia ditinggalkan oleh suami keduanya, alasannya gugur sebagai syahid dalam perang Badar.
Imam Adz-Dzahaby mengatakan, “Tidak ada hadits yang ia riwayatkan.”
Sedangkan Ath-Thabrany mengatakan, “Ummul Masakin meninggal dunia dikala Rasulullah saw. masih hidup." Beliau hanya sebentar hidup bersama Rasulullah saw Beliau meninggal dunia pada bulan Rabi’ul Akhir tahun 4 Hijriah, di Madinah. (Baca selengkapnya: "Zainab binti Khuzaimah ra")
6. Hindun binti Hudzaifa (Ummu Salamah) ra
- Tahun kelahiran: 24 SH
- Tahun wafat: 61 H
- Panjang usia: 85 Tahun
- Usia dikala menikah: 28 Tahun
- Tahun pernikahan: 4 H
- Usia rumah tangga: 7 Tahun
- Usia dikala nabi wafat: 35 Tahun
Hindun binti Hudzaifah ialah istri dari Nabi Muhammad SAW yang dinikahi dalam keadaan janda. Sebelumnya ia ialah istri dari Abu Salamah Abdullah bin Abdil Asad al-Makhzumi (shahabat yang mengikuti dua kali hijrah). Hindun mempunyai kunyah (julukan) sebagai Ummu Salamah (Ibunya Salamah). Sebelum dinikahi Rasulullah, Ummu Salamah ialah janda yang mempunyai belum dewasa yatim. Rasulullah Saw memuliakannya dengan biasa mengunjunginya pertama kali sehabis ia menunaikan Shalat Ashar, sebelum mengunjungi istri-istrinya yang lain.
Banyak rentetan insiden dilaluinya bersama beliau. Satu dialaminya dalam Perjanjian Hudaibiyah. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha telah melalui rentang panjang masa hidupnya dengan menebarkan banyak faidah. Masa-masa kekhalifahan pun dia saksikan hingga masa pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah. Pada masa inilah terjadi pembunuhan cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma. Ummu Salamah sangat berduka mendengar isu itu. Dia benar-benar mencicipi kepiluan. Tak usang setelah itu, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha kembali menghadap Rabb-nya dikala umur ia sudah mencapai 84 tahun.
Hindun binti Abu Umayyah ialah istri Nabi yang terakhir kali meninggal dunia. (Baca selengkapnya: "Hindun binti Hudzaifa (Ummu Salamah) ra")
7. Zainab binti Jahsy
- Tahun kelahiran: 32 SH
- Tahun wafat: 21 H
- Panjang usia: 53 Tahun
- Usia dikala menikah: 38 Tahun
- Tahun pernikahan: 5 H
- Usia rumah tangga: 6 Tahun
- Usia dikala nabi wafat: 45 Tahun
Zainab binti Jahsy termasuk perempuan pertama yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Ketika itu dia masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah.
Zainab termasuk perempuan yang taat dalam beragama, wara’, dermawan, dan baik. Selain itu, dia juga dikenal mulia dan cantik, serta termasuk perempuan terpandang di Makkah.
Sebelum menjadi isteri Nabi, Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas perintah Allah, meskipun bergotong-royong Zainab tidak menyukai Zaid. Zaid ialah salah seorang hamba sahaya milik Khadijah binti Khuwailid. Ketika Rasulullah menikahi Khadijah, dia memperlihatkan Zaid binti Haritsah kepada beliau. Dan kemudian Rasulullan membebaskannya sebagai hamba sahaya.
Zainab binti Jahsy ialah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun 20 H, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalam usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. (Baca selengkapnya: "Zainab binti Jahsy")
8. Juwairiyah binti al-Harits bin Abi Dhirar
- Tahun kelahiran: 14 SH
- Tahun wafat: 56 H
- Panjang usia: 70 Tahun
- Usia dikala menikah: 19 Tahun
- Tahun pernikahan: 5 H
- Usia rumah tangga: 6 Tahun
- Usia dikala nabi wafat: 25 Tahun
Juwairiyah Binti Al-Harits ialah salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Bani Musthaliq. Juwairiyah Binti al-Harits Bin Abi Dhirar bin al-Habib al-Khuza’iyah al-Mushthaliqiyyah ialah secantik-cantik seorang wanita. Beliau termasuk perempuan yang ditawan tatkala kaum muslimin mengalahkan Bani Mushthaliq pada dikala perang Muraisi’. Sebelumnya, ia berjulukan Barrah namun setelah masuk islam dan dinikahi Rasulullah namanya berganti menjadi Juwairiyah. Setelah dia memeluk Islam, Banil-Musthaliq mengikrarkan diri menjadi pengikut Nabi SAW.
Sebelum dinikahi Rasulullah, Juwairiyah menikah dengan anak pamannya, yaitu Musafi bin Shafwan bin Malik bin Juzaimah, yang tewas dalam pertempuran Muraisi' melawan kaum muslimin. Juwairiyah ialah seorang putri pemimpin Banil Musthaliq yang berjulukan al-Harits bin Abi Dhiraar yang sangat memusuhi Islam.
Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, Juwairiyah mengasingkan diri serta memperbanyak ibadah dan beramal di jalan Allah SWT dengan harta yang diterimanya dari baitul mal. Ketika terjadi fitnah besar berkaitan dengan Aisyah, dia banyak berdiam diri, tidak berpihak kemanapun.
Juwairiyah wafat pada masa kekhalifahan Mu`awiyah bin Abu Sufyan, pada usianya yang keenam puluh. Ummul Mukminin, Juwairiyyah wafat pada tahun 50 H. Ada pula yang menyampaikan tahun 56 H. Dia dikuburkan di Baqi`, bersebelahan dengan kuburan istri-istri Rasulullah SAW yang lain. (Baca selengkapnya: "Juwairiyah Binti Al-Harits")
9. Shafiyah binti Huyai bin Akhtab
- Tahun kelahiran: 9 SH
- Tahun wafat: 50 H
- Panjang usia: 59 Tahun
- Usia dikala menikah: 16 Tahun
- Tahun pernikahan: 7 H
- Usia rumah tangga: 4 Tahun
- Usia dikala nabi wafat: 20 Tahun
Shafiyah binti Huyay ialah salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang berasal dari suku Bani Nadhir. Shafiyah ialah putri Huyay bin Akhthab, pemimpin suku Yahudi Khaibar, salah satu Bani Israel yang bermukim disekitar Madinah.
Setelah Perang Khandaq, kaum Yahudi pindah ke Khaibar kernudian membentuk pertahanan yang berpengaruh untuk persiapan menyerang kaum muslimin. Namun pasukan kaum muslim berhasil mengalahkan benteng pertahanan terakhir suku Yahudi di Khaibar. Huyay bin Akhthab mati terbunuh dalam peperangan itu. Sementara putrinya, Shafiyah yang ditinggal mati suaminya menjadi tawanan.
Rasulullah memperlihatkan pilihan kepada Shafiyah, apakah ingin dimerdekakan, kemudian akan dikembalikan kepada kaumnya yang masih hidup di Khaibar, ataukah ingin masuk Islam kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Shafiyah menentukan untuk masuk Islam dan menikah dengan beliau, dengan maskawin kemerdekaannya.
Pada dikala itu, Shafiyah berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, saya memeluk Islam dan saya sudah percaya kepadamu sebelum engkau mengajak saya. Saya sudah hingga pada perjalananmu. Saya tidak punya keperluan kepada orang-orang Yahudi. Saya sudah tidak mempunyai bapak, dan tidak mempunyai saudara yang merdeka. Lalu untuk apa saya kembali kepada kaumku?”
Ungkapan hati Shafiyah ini memperlihatkan kebijaksanaan dan kecerdasannya. Shafiyah menjadi salah satu Ummul Mukminin dan itu merupakan kehormatan yang besar.(Baca selengkapnya: "Shafiyah binti Huyay - Istri Rasulullah Keturunan Yahudi")
10. Ramlah binti Abu Sufyan (Ummu Habibah) ra
- Tahun kelahiran: 25 SH
- Tahun wafat: 44 H
- Panjang usia: 69 Tahun
- Usia dikala menikah: 32 Tahun
- Tahun pernikahan: 7 H
- Usia rumah tangga: 4 Tahun
- Usia dikala nabi wafat: 36 Tahun
Ramlah binti Abu Sufyan mempunyai nama orisinil Ramlah, sebelum menikah dengan Rasulullah, ia dinikahi oleh Ubaydillah bin Jahsy. Ialah salah seorang Ummul Mu’minin yang banyak diuji keimanannya. Disaat orang-orang terdekat dan yang dicintainya merupakan musuh baginya. Terutama Suami pertamanya, Ubaydillah bin Jahsy yang murtad dengan masuk agama nasrani setelah sebelumya ia seorang muslim.
Ramlah binti Abu Sufyan dilahirkan 25 tahun sebelum hijrah atau kurang lebih 13 tahun sebelum Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul. Ayahnya ialah Shakhr bin Harb bin Umayyah yang dikenal sebagai Abu Sufyan. Ia ialah pembesar Quraisy yang terpandang pada masanya dan pemimpin orang-orang musyrik hingga penaklukan Mekah. Sedangkan ibunya berjulukan Shafiyah binti Abul Ash, bibi Utsman bin Affan.
Ummu Habibah meriwayatkan sekitar 65 hadits dari Rasulullah SAW dan dari Zainab binti Jahsy. Beberapa orang juga meriwayatkan darinya seperti, Urwah bin Zubair, Zainab binti Abu Salamah, Shafiyah binti Syaibah, Syahar bin Hausyab, dan anak perempuannya; Habibah binti Ubaidillah bin Jahsy, dan saudara lelakinya; Muawiyah dan Atabah, keponakannya; Abdullah bin Atabah, dan yang lainnya. (Baca selengkapnya: "Ramlah binti Abu Sufyan - Wanita Pemegang Teguh Akidah")
11. Maimunah binti al-Harits bin Hazn
- Tahun kelahiran: 29 SH
- Tahun wafat: 51 H
- Panjang usia: 80 Tahun
- Usia dikala menikah: 36 Tahun
- Tahun pernikahan: 7 H
- Usia rumah tangga: 4 Tahun
- Usia dikala nabi wafat: 40 Tahun
Maimunah binti Harits ialah perempuan terakhir yang dinikahi Nabi Muhammad SAW pada tahun ketujuh Hijriyah. Dalam keluarganya, Maimunah termasuk dalam tiga bersaudara yang memeluk Islam. Ibnu Abbas meriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Al-Mu’minah ialah tiga bersaudara, yaitu Maimunah, Ummu Fadhal, dan Asma’.”
Maimunah dilahirkan di Makkah Al-Mukarramah, enam tahun sebelum masa kenabian, sehingga dia mengetahui saat-saat orang-orang hijrah ke Madinah. Dia banyak terpengaruh oleh insiden hijrah tersebut, dan juga banyak dipengaruhi abang perempuannya, Ummu Fadhal, yang telah lebih dahulu memeluk Islam. Namun dia menyembunyikan keislamannya alasannya merasa bahwa lingkungannya tidak mendukung.
Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Maimunah binti Harits sempat menikah dengan Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi sebelum Islam, namun kemudian bercerai. Setelah itu dia menikah dengan Abu Ruham bin Abdul Uzza yang kemudian meninggal dunia.
Dia dikenal dengan kezuhudannya, ketakwaannya, dan sikapnya yang selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah. Ia juga diriwayatkan mempunyai ilmu pengetahuan yang luas.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Maimunah ialah seorang perempuan pemberani dan berjiwa patriotik. Bahkan dia tak segan-segan bersikap tegas serta keras kepada para pelaku kemaksiatan. (Baca selengkapnya: "Maimunah binti Harits - Istri Terakhir Rasulullah SAW")

Belum ada Komentar untuk "Riwayat Hidup Lengkap Singkat 11 Istri Nabi Muhammad S.A.W"
Posting Komentar